Perpustakaan Taufik Ikram Jamil

SMA Negeri Binaan Khusus Kota Dumai

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ronggeng dukuh paruk

Text

ronggeng dukuh paruk

Ahmad Tohari - Nama Orang;

Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pendukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrugi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten.

Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pendukuhan itu dibakar. Ronggeng beserta para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannyalah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu.

Namun pengalaman pahit sebagai tahanan politik membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itu setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki mana pun. Ia ingin menjadi wanita somahan. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya, sepercik harapan timbul, harapan yang makin lama makin membuncah. Tapi, ternyata Srintil kembali terhempas, kali ini bahkan membuat jiwanya hancur berantakan, tanpa harkat secuil pun...

Novel ini merupakan penyatuan trilog Ronggeng Dukuh Paruk; Catatan buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala, dengan memasukkan kembali bagian-bagian yang tersensor selama 22 tahun.


Ketersediaan
F649001813 AHM rTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 AHM r
Penerbit
Jakarta Pusat : Gramedia Pustaka Utama., 2026
Deskripsi Fisik
519hlm.;21cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-06-8195-5
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
cet.8
Subjek
Novel
Fiksi Indonesia
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Taufik Ikram Jamil
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Makna Logo Perpustakaan Taufik Ikram Jamil

Tabir 3 Warna (Kain) :
 Melambangkan Bumi Melayu
 -Merah (Simbol Masyarakat Melayu)
 -Kuning (Simbol Raja/Sultan Melayu)
 -Hijau  (Simbol Datuk/Pembesar Negeri)

Tangan Mendekap Kitab/Buku :
Melambangkan Cinta Pada Ilmu

Kitab/Buku :
  Sumber Ilmu Dan Pengetahuan

Kitab Menghadap Kanan:
Melambangkan Keislaman Tanah Melayu

Taufik Ikram Jamil :
  Nama Salah Satu Pujangga/Sastrawan Dan Budayawan Riau

Makna Keseluruhan :
  Ilmu dan Pengetahuan Sudah Mengakar Dibumi Melayu Dari Kalangan Atas (Pemimpin) Sampai Kekalangan Bawah (Masyarakat) Berdasarkan Keislaman Yang Kuat

NB : Jadi Wajar Banyak Muncul Pujangga-Pujangga Dari Tanah Melayu dengan    kesusastraan yang tinggi

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik